Tampilkan postingan dengan label DN Acharya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DN Acharya. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Juni 2009

Membahas Astrologi Bersama Srimad D.N. Achariar Swamiji

Tanya: Srimad Swamiji, Jyotish-sastra atau astrologi adalah salah satu keahlian anda. Bagaimana anda bisa mempelajarinya?
Swamiji: Jyotish-sastra adalah pengetahuan penting yang sudah digunakan selama beribu-ribu tahun dalam masyarakat kita dan merupakan bagian dari Vedanga. Kita mempelajari Jyotish-sastra melalui mendengar dari seorang guru yang ahli atau Pandita dalam Jyotisham. Saya mempelajarinya dari guru saya dan sebelum itu juga dari kakek saya yang juga adalah seorang Pandita. Beliau melihat bahwa saya memiliki bakat untuk mempelajari Jyotisham, jadi beliau merekomendasikan saya untuk mewarisi pengetahuan itu. Kita tidak bisa mempelajari Jyotisham dari membaca buku saja. kita harus mendengarnya langsung di bawah bimbingan guru.

Tanya: Apa sebenarnya guna kita mengetahui Jyotisham, karena sebagian orang menganggap astrologi sebagai takhyul saja.
Swamiji: Jyotisham adalah cabang pengetahuan yang sangat luas dan luar biasa. Dia membantu kita untuk hidup lebih baik. Memutuskan melaksanakan sesuatu dengan tepat dan merupakan upaya untuk membantu kita mencapai kesuksesan. Jyotisham sangat berguna, jika tidak mengapa kita mempelajarinya selama ratusan generasi?

Chart kelahiran menurut Jyotisha. Digunakan selama ribuan tahun dalam masyarakat Hindu untuk menganalisa karakteristik seseorang melalui horoskop kelahirannya

Tanya: Bagaimana kita bisa mengatakan bahwa Jyotisham membantu hidup lebih baik?
Swamiji: Diri kita adalah miniatur dari alam semesta sehingga kita dan alam semesta adalah saling berhubungan. Pada saat kelahiran ada berbagai posisi bintang, planet, dan benda-benda angkasa yang terjadi bersamaan dan itu mencerminkan atau mempengaruhi karakteristik manusia yang lahir saat itu sebagai bagian dari alam semesta juga. Pada suatu ketika ada posisi benda-benda angkasa yang bisa menimbulkan dampak negatif pada jalannya kehidupan seseorang berkaitan dengan posisi astrologis kelahirannya. Jyotisham mampu mendeteksi keadaan ini dan memberikan solusi untuk mengatasinya. Kita sering menyebutnya remedy, pengobatan, seperti penyakit-penyakit dalam dunia kedokteran. Tetapi kalau ini tentang abnormalitas astrologis seseorang. Semua itu bisa diperbaiki atau dinetralisir.

Tanya: Jadi seperti tradisi Hindu di Bali, kita juga bertanya mengenai hari baik (dewasa ayu) untuk melakukan sesuatu, biasanya upacara. Apa ini ada gunanya?
Swamiji: Seperti yang sudah saya katakan. Segala sesuatu di alam semesta berjalan dalam keteraturan oleh hukum Sang Pencipta. Bila kita hidup secara harmonis dengan hukum ini, sesuai dengan keteraturan semesta, maka keteraturan yang sama juga dapat diwujudkan bagi semua kegiatan kita. Jyotisham juga “membaca” fenomena semesta ini dan dengan pengetahuan ini kita berupaya semampunya agar bisa selaras dengan alam semesta. Semua kegiatan selalu ada awal, proses, dan hasilnya. Kita semua berharap mendapatkan hasil yang baik, jadi itu semua juga dimulai dari awal yang baik. Jadi tentu kita perlu mengetahui kapan hari baik atau waktu yang tepat untuk mengawali suatu kegiatan agar proses, dan akhirnya hasilnya dapat sesuai dengan yang diharapkan. Ini penting.

Tanya: Lalu bagaimana dengan anggapan bahwa astrologi itu semacam ramalan-ramalan sihir dan takhyul?
Swamiji: Tidak. Jyotisham tidak seperti itu. Ini sains. Kalian bisa lihat kita melakukan observasi yang sangat teliti, lalu memperhitungkan segalanya dengan tepat. Ini matematis, aritmatika, perhitungan ilmiah. Seperti orang membangun rumah semua diukur dan direncanakan dengan baik agar bentuknya sesuai harapan. Jyotisham juga seperti itu. Ini adalah usaha untuk menciptakan keserasian dan keselarasan. Seperti juga kita menghitung horoskop dua pasangan yang akan menikah. Jyotisham adalah sains, benar-benar sains. Bukan hocus pocus (sim salabim) lalu jadi. Ini ilmu pengetahuan ilmiah.


Kalender Bali dan Panchangam Telugu

Tanya: Bagi umat secara umum apa yang harus kita lakukan berkaitan dengan astrologi ini?
Swamiji: Kalian bisa mengkonsultasikannya dengan seorang Pandita yang menguasainya sebelum memutuskan melakukan sesuatu. Saya juga biasa memberikan kursus untuk awam dan pemula untuk mengerti perhitungan yang paling sederhana. Kalian bisa melihat Panchaangam, seperti yang diperlihatkan kepada saya kemarin (kalender Bali), kalian juga punya yang seperti itu di sini. Bila Pandita tidak tersedia kalian paling tidak bisa memutuskan secara global waktu-waktu yang baik dan waktu-waktu yang buruk untuk melakukan sesuatu. Seperti umat Hindu di India, tak seorangpun memilih hari Sabtu (Sanee) untuk melaksanakan pernikahan. Sanee memiliki pengaruh negatif untuk hal-hal yang bersifat keduniawian. Orang senang memilih Jumat (Sukra) karena dikuasai oleh Venus. Ini hari percintaan (romance). Jadi hal-hal sederhana seperti ini paling tidak kita semua harus tahu.

Kunjungan Srimad D.N. Achariar Swamiji dari Sri Rangam

Gerbang agung (Maharajagopuram) setinggi gedung 15 lantai yang menjadi pintu masuk utama ke kompleks raksasa Pura Sri Ranganathan yang dikelilingi oleh tujuh benteng. Pembangunan Maharajagopuram dirampungkan oleh Yang Mahasuci Srimad Alakkhiya Singhar ke-44, Pemegang Tahta Suci Sri Ahobhila Matham

Kompleks Pura Agung Sri Ranganathan di Trichy, dipandang dari puncak Maharajagopuram. Tampak tujuh lapis benteng dengan gapura-gapura besar yang terbuka ke empat arah. Pada pusatnya di tengah adalah Sri Ranga-vimanam atau Pranavakara-vimanam, kubah emas yang menaungi Ruang Mahasuci tempat tahta Archa Tuhan Sri Ranganathan

Kami di Bali sudah kedatangan tamu yang istimewa. Beliau adalah Pujya Srimad Devanathan Achariar Swamiji, seorang Brahmana-Pandita dari Pura Agung Sri Ranganathan, Srirangam, Thiruchirappalli (Trichy), India Selatan. Sri Ranganathan Kovil adalah Pura terbesar di India Selatan dan pusat utama dari kegiatan keagamaan Hindu, khususnya dari golongan Vaishnava. Umat Hindu Tamil dari golongan Vaishnava menyebutnya Periya Kovil dan Bhuloka Vaikuntham, dengan kemashyuran dan keagungan yang sama seperti Natharajan Chidambaram yang adalah Periya Kovil bagi golongan Saiva di seluruh India Selatan.


Swamiji adalah brahmin dari Sri Ramanuja Sampradaya atau Sri Vaishnava Sampradaya yang secara turun-temurun telah melaksanakan tugas kebrahmanaan dalam keluarganya dengan sadhana yang paling ketat. Secara khusus beliau memiliki penguasaan yang sangat mendalam terhadap Veda Tamil (Divya Prabandham), Rik, Yajus, dan Sama Veda, juga filsafat Hindu dari Vaishnavisme maupun Saivisme. Swamiji juga memiliki keistimewaan karena kakek beliau melihat bahwa beliau memiliki garis bakat untuk mempelajari Jyotish-sastra atau astrologi Veda. Dengan demikian Swamiji adalah seorang pakar dalam filsafat Hindu dan juga astrologi atau Jyotisham.

Saat berkunjung ke Radha Raseshwara Mandir

Tanggal 14 Juni Swamiji mengunjungi Sri Sri Radha Raseshwara Mandir untuk darshan dengan semua Sri Sri Thakurji yang kita puja di sana. Sayangnya saat itu termasuk waktu Anabasara, yaitu saat Sri Sri Caturdha Murti dipuja di ruangan khusus hanya oleh mereka yang juga secara khusus ditugaskan untuk itu. Jadi Sri Sri Caturdha Murti tidak memberikan darshan-Nya di Uttama-pitham (tahta utama di ruang Mahasuci) seperti biasanya. Ini serangkaian dengan persiapan Rathayatra. Anabasara-puja akan berakhir sehari sebelum Rathayatra.

Srila Swamiji di IHDN Denpasar

Srila Swamiji bersama teman-teman mahasiswa dari Malaysia

Ini saya dan Sharmah, my dear brother!

Tanggal 15 Juni yang lalu Swamiji berkunjung ke kantor PHDI di Jl. Ratna dan bertemu dengan Dharma Adhyaksa Ida Pedanda Sebali Tianyar Arimbawa serta beberapa pengurus. Keesokan harinya Bapak Prof. I Made Titib (yang juga hadir dalam pertemuan itu) selaku dekan fakultas Brahmavidya di IHDN mengatur agar beliau bisa memberikan speech. Swamiji membahas tentang Man, Mind, and Consciousness. Sorenya Swamiji berikan speech untuk teman-teman Malaysian-Tamil Hindu yang kebetulan banyak kuliah di Bali. Sebelumnya saya, dengan dua saudara kami, Sharmah dan Diah, sempat diskusi tentang Jyotish and Sri Vaishnava Philosophy.

Acara Gosthy di kediaman Sundarananda Prabhuji. Ananta paling serius di baris terdepan. Pasti yang paling ngerti nih!

Srila Swamiji, saya, dan Sundarananda Prabhuji sekeluarga. Pencahayaan di foto ini kelihatannya bermasalah!

Tanggal 16 Swamiji dan kita semua adakan acara diskusi rohani (gosthy) di rumah Sundarananda Prabhu yang juga merangkap markas kita. Yang hadir lebih dari 20 orang. Sebelumnya Svamiji juga lakukan pemberkatan untuk lahan saya di Jalan Tukad Barito yang saya rencanakan untuk membangun sebuah Srinivasa Sannidhi, tempat memuja Tuhan Srinivasa Govinda atau Sri Venkateshwara. Mohon doa supaya bisa cepat terealisasi ya! Untuk acara gosthy yang juga dipandu oleh Sundarananda Prabhu selesai lumayan malam sampai 21.00 WITA. Setelah Dinner lanjut lagi sampai tengah malam, tapi yang bertahan cuma 6 orang, saya, Sharmah, Gopi, Ananta, Sachiputra, dan kolega saya dr. Sabda. Besoknya Swamiji sudah harus terbang lagi ke Trichy. Tapi beliau berencana akan datang lagi ke Bali November ini.

Plurk

Click untuk perbaiki dunia

Stop Smoking