Jumat, 10 April 2009

NAMASKAR

Beberapa tahun yang lalu banyak kawan-kawan bersemangat yang mulai mendalami Veda-dharma dan akhirnya mengenal amanat rohani Bhagavan Sri Krishna Caitanya Mahaprabhu (Sri Goudiya Vaishnava). Mereka-mereka ini berasal dari kalangan pelajar, mahasiswa, dan kaum muda terpelajar, tentu dengan jalan pemikiran yang mungkin berbeda dengan generasi yang terdahulu dalam memandang kebutuhan akan hidup rohani. Sebagaimana layaknya semua saudara-saudara yang lain, yang telah mencicipi manisnya
madu ajaran Sri Caitanya, maka mereka inipun tidak tahan untuk tidak membagikannya kepada orang lain, atau paling tidak saling berbagi dalam lingkaran para sahabat. Fenomena ini mendorong bertumbuhnya banyak terbitan-terbitan kecil, baik dalam bentuk buletin, majalah kecil, atau booklet-booklet. Berbagai tulisan semacam ini bermunculan diprakarsai oleh para sahabat di seluruh Indonesia, baik yang berhubungan atau didukung oleh ashram-ashram maupun oleh kelompok-kelompok pribadi.
Mulai tahun 2001 semangat besar mempelajari ajaran Veda-Vedanta terutama yang berasal dari parampara Gaudiya mulai muncul dengan sangat bergelora di kalangan mahasiswa Fakultas Kedokteran UNUD. Tak seberapa lama mulai muncul juga kebutuhan akan pertemuan rutin dan diskusi dalam kelompok para sahabat yang berada di FK-UNUD. Hal ini terjadi terutama karena padatnya jadwal serta ketidaksesuaian waktu luang antara mahasiswa kedokteran dengan rekan-rekan dari latar belakang akademis berbeda, sedangkan kebutuhan akan pergaulan rohani harus tetap dipenuhi. Semua ini mendorong lahirnya sebuah kelompok diskusi rohani atau samgosthi, yang diberi nama “Sri Goudiya Vaidya Samiti (SGVS)”. Tetapi bahkan inipun tidak mampu memenuhi kebutuhan akan pertukaran informasi, sekalipun itu dalam bentuk pertemuan rutin sebuah kelompok kecil. Jadi perlu suatu media komunikasi, yang kemudian diputuskan harus dalam bentuk tertulis. Berangkat dari kepentingan ini maka lahirlah Buletin “Prem Modhuri (PM), Manisnya Cintakasih”.

Srila Sripada Maharaja (Srimad Bhaktisvarupa Damodara Swami). Beliau berkata, "Saya berdoa agar Srila Prabhupada dan Srila Gour Govinda Maharaja mencurahkan segala karunia kepadamu." Sehingga apapun yang telah kami hasilkan dalam pelayanan ini adalah berkat kemurahan hati dan belas kasih Srila Sripada Maharaja
Srila Gour Govinda Swami Maharaja Gurudeva. Srila Gurudeva adalah sumber semua inspirasi kami. Archavataram Sri Sri Nitai Gourangajiu yang kami puja dipratistha oleh beliau.Karunia beliau senantiasa hadir di tempat kami berkarya. Ini adalah lukisan beliau (hasil karya Sriman Sadhujivan Prabhu) yang dengan memandangnya selalu memberi kami berbagai ilham segar.


Secara duniawi PM didukung oleh daya upaya para staf redaksi yang tak mengenal bosan dan lelah, siap bekerja tanpa pamrih, dan sahabat-sahabat yang memberikan begitu banyak fasilitas secara gratis. Secara rohani PM hanyalah semata buah doa dari redaksi dan pembacanya. Karunia dan belas kasih Tuhan menjadi nyata, salah satunya dalam berkat tak terbatas yang diberikan oleh Sri Srimad Bhaktisvarupa Damodara Swami (Srila Sripada Maharaja – Dr. T.D. Singh, PhD). Bersamaan dengan salah satu kunjungan beliau ke Bali, Srila Sripada Maharaja menemui redaksi PM, membaca beberapa terbitan dan tulisan dalam bahasa Inggris, sebelum memberikan perintah, “LANJUTKAN!” Hari itu pula Maharaja mengungkapkan nama bagi Arca Pasangan Suci yang dipuja di tempat redaksi, Sri Sri Radha Rasbihariji. Sejak saat itu semua karya yang lahir di tempat redaksi PM, dipersembahkan semata demi kepuasan Pribadi Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberkati PM dalam rupa dan nama Sri Sri Radha Rasbihariji. Kita semua akan mengabdi dalam Sri Sri Radha Rasbiharijiu Seva Sanga.

Saat darshan dengan Srila Sripada Maharaja, sekaligus jadi hari lahirnya Sri Sri Radha RAsbiharijiu Seva Sanga

PM lahir dalam doa, hidup dalam doa, dan akan tetap tumbuh besar dalam doa. Hanya doa dan buahnya, yaitu kemurahan hati Tuhan beserta para hamba-Nya yang murni, yang memungkinkan keberadaan PM untuk selamanya. Tetapi itu semua sekarang sudah menjadi kisah lama.Bersama dengan semakin bertambahnya usia PM, ternyata para pendukungnya juga semakin tua. Tidak ada lagi acara-acara seru-seruan sama teman-teman kuliah, karena semua sudah lulus. Tidak ada lagi malam mingguan sama-sama yang melahirkan banyak ide-ide, berhubung satu demi satu sudah punya acara malam mingguan sendiri sama “teman”nya masing-masing. Tidak bisa lagi lanjut lakukan pelayanan ini, soalnya semua sudah harus cari makan sendiri, mengurus suami-istri, dan anak-anak. Ternyata benar ya... kita sudah tua...
Kita mungkin cuma jadi tua, tapi sayangnya PM akhirnya wafat pelan-pelan... Karena kita sudah pada sibuk menjalani hidup yang baru... kita pada lupa merawat anak kita si PM dulu itu, akhirnya dia mati kelaparan dan terabaikan...hiks...hiks...
Oke.. semua memang harus mati sih, tapi yang mati hanya badannya saja kan? Atma-nya, Jiva-nya, Roh-nya PM masih hidup. Roh PM adalah keinginan kita melayani Sriman Mahaprabhu Caitanyadeva, melayani Gurupadapadma kita semua, dan melayani masyarakat yang masih tetap membutuhkan pelita Goudiya Vaishnava untuk menerangi hidupnya. Dahulu kita pernah hidup hanya dengan doa dan karunia, kini pun kita akan tetap hidup. Cinta kami pada Sri Sri Radha Rasbiharijiu harus diwujudkan sekali lagi. Karena itu PM sekarang sudah bereinkarnasi, lahir dan hidup kembali dalam bentuk BLOG ini nih...
Selama masa vakum beberapa tahun belakangan ini, tanpa diketahui, ratusan artikel sudah ditulis, puluhan buku sudah disusun dan diterjemahkan. Sekarang deh saatnya masyarakat berbahasa Indonesia, harus siap-siap sekali lagi kebanjiran informasi yang langka, khasnya PM dulu... Buat sodara-sodara yang ingin info unik berbahasa Inggris, silakan kunjungi www.vasuntara.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Plurk

Click untuk perbaiki dunia

Stop Smoking